Kamis, 15 Mei 2008

SIDIQ CHOIRUL ANWAR (07620030) FISIKA
E_mail;s_d3x@yahoo.co.id
http://cd1ckz.blogspot.com/


INTEGRASI-INTERKONEKSI
integrasi-interkoneksi adalah pengkajian Islam melalui multi pendekatan, yaitu Bayani, Burhani dan Irfani. ketiganya semestinya mampu mengisi kekurangan dalam melakukan pendekatan terhadap studi Islam. Yang dinamakan integrasi-interkoneksi berkenaan dengan masalah epistemologi pengkajian agama, bukan bangunan fisik. Bentuk konkritnya semestinya pada perubahan kurikulum fakultas agama, yang lebih mengenalkan tradisi epistemologi burhani dan irfani. yang menghubungkan aspek ontologis (spiritual-agama) dengan gagasan epistemologi keilmuan, merupakan bentuk pemikiran sistematis dan khas. dan hal tersebut, ke depan tidak hanya diterapkan di UIN, tetapi diharapkan ke seluruh Perguruan Tinggi Islam. Dengan diusahakan dimasukkan pendekatan bayani, burhani dan irfani ke dalam kurikulum perkuliahan, merupakan ide yang baru, dikarenakan selama ini hanya disuguhi pendekatan bayani.
Ketika suatu lembaga pendidikan menerapkan konsep integrasi-interkoneksi, maka lembaga tersebut harus bisa memaksimalkan kinerja guru atau dosen, peneliti dan sarana prasarana.
Islam merupakan ajaran yang memberikan petunjuk hidup manusia sepanjang masa dan di mana pun. Fungsi ajaran Islam tersebut menempatkan Islam sebagai agama yang relevan bagi siapa pun, di mana pun berada dan kapan saja. Sehingga terjadi keterkaitan alquran dengan seluruh aplikasi ilmu baik ilmu social ataupun ilmu alam. Ilmu fisika yang mempelajari fenomena alam semua terkandung dalam alquran. Dengan adanya intergrasi dan interkoneksi, maka perkembangan dan kemajuan sains tekhnologi yang begitu pesat harus memiliki nuansa kemanisian dan menghargai peran manusia sebagai operator sains tekhnologi bukan obyek dari produk peradaban. Disinilah kemudian posisis manusia akan terlihat eksistensinya sebagai khalifah dimuka bumi.
fisika atau pendidikan fisika serta Fakultas Sains dan Teknologi saat ini, mengalami kemajuan yang pesat. Kemajuan ini menjadikan banyak perubahan pada setiap peradaban. Kemajuan itu sangat mempermudah manusia dalam segala hal. Akan tetapi, jika perkembangan peradabanmanusia hanya disandarkan pada kemaha tunggalan sains-tekhnologi pada akhirnya akan mengalami proses kekeringan spritualisme dan nilai-nilai humanisme. dengan demikian maka diperlukan integrasi dan interkoneksi antara ilmu fisika dengan ilmu agama. Adanya integrasi-interkoneksi menjadikan perkembangan dan kemajuan sains tekhnologi yang begitu pesat harus memiliki nuansa kemanusiaan dan menghargai peran manusia sebagai operator sains tekhnologi, bukan obyek dari produk peradaban. Disinilah kemudian posisi manusia akan terlihat eksistensinya sebagai khalifah dimuka bumi.

Rabu, 14 Mei 2008

cd1ckz

'The day that we first met ,,the angels whispered''''''P3rf3cT'''''''''''